Skip to main content

IMAN DAN DIRI...


Iman : Assalamualaikum, bos.

Diri : Waalaikumussalam wbt. Lama tak nampak awak. Awak cuti ker?

Iman : Taklah, jabatan kami rasa Tuan tak perlukan kami lagi?

Diri : Laa.. kenapa pulak awak cakap camtu? Pentadbiran diri saya berterabur sekarang bila jabatan awak takde..

Iman : Takdelah, kami lihat banyak pekerja tambahan tuan ambil DVD, SMS danTV.. jadi kami rasa terpinggir..

Diri : Entahlah, waktu cuti sebulan ni saya tak pernah menggaji mereka. Tapi mereka terlalu rajin buat kerja, bekerja tanpa gaji, tapi banyak gak duit saya habis... entah ar...

Iman : Tu sebab, kami rasa Tuan memencilkan kami. Al-Quran, zikir, ma'thurat, solat malam tak boleh bekerja dengan mereka.. kami memang tak boleh bercampur dengan mereka..

Diri : Saya tak pernah minta awak bercuti..

Iman : Bagaimana kami ingin bekerja sedangkan Tuan sudah punya 'pekerja tambahan'? Saya lihat mereka buat Tuan gembira sekali..

Diri : Argh, gembira apanya.. berterabur kerja kat pejabat tu!! Tolonglah, bekerjalah dengan saya kembali.

Iman : Kami sememangnya sudah berkhidmat dengan Tuan sejak Tuan kecil lagi. Tapi, Tuan kadangkala mengabaikan kami. Tuan sediakan makanan untuk bos pekerja tambahan, Encik Dosa, tapi kami..? Tuan tak sediakan makanan. Kebajikan kami tak terjaga...

Diri : Maafkan saya. Kembalilah bekerja dengan saya. Saya janji kebajikan kamu semua saya jaga, Encik Iman.

Iman : Tuan boleh berjanji, tapi CEO kita Allah akan memantau Tuan. Tuan takkan tak takut menabur janji tapi melupakannya?

Diri : Janganlah menyalahkan saya.

Iman : Tuan perlu sedar, kami hanya bekerja di dalam syarikat yang bersih dan amanah.. bukanlah saya nak memandang rendah kepada jabatan baru Encik Dosa, tapi kami tidak suka cara mereka bekerja. Mereka meminggirkan kami.

Diri : Dah awak tak melawan?

Iman : Tuan, bagaimana kami ingin menang? Kami terlalu lemah, sedikit pula tu, kebajikan kami langsung Tuan tak jaga.. sedangkan kami tidak pernah meminta gaji dari Tuan. Cuma kami minta disediakan ruang yang bersih dan amanah untuk kami bekerja. Salahkah kami meminta yang sedikit?

Diri : Mereka kadang-kadang lebih menggembirakan saya.

Iman : Kalau begitu maafkan kami. Tak dapat rasanya kami bekerja untuk Tuan lagi. Tuan perlu memberi kebajikan kepada mereka. Siapalah kami...

Diri : Ehh, jangan.. bekerjalah dengan saya.

Iman : Buanglah pekerja itu.. mereka meminta-minta dari Tuan. Tuan perlu berhabis jutaan ringgit untuk mereka. Sedangkan kami, percuma khidmat kami.

Diri : Aduh, mereka pekerja yang menggembirakan saya. Memang kamu percuma, tapi kamu kadang-kadang bising, ini tak boleh, itu tak boleh.. Saya rimas.

Iman : (Senyum sinis) Maafkan kami tuan.. kami minta diri dulu.. tak perlulah kami berkhidmat dengan Tuan kalau begitu. Kalau tuan perlukan kami, kami sentiasa di sisi. Tuan jangan risau, kami maafkan Tuan..

Diri : Jangan pergi.. saya sanggup pecat Encik Dosa.. dan ahli jawatankuasanya; DVD, majalah yang melalaikan, dan yang sewaktu dengannya.

Iman : Tuan betul-betul sanggup?

Diri : Ya, saya kelam kabut sekarang. Hidup tak tenang dan pengurusan hidup berterabur..

Iman : Alhamdulillah.. Perkhidmatan kami free of charge. Tuan takkan rugi, sebaliknya tuan beruntung besar.. silap hari bulan, CEO kita akan naikkan Tuan ke pangkat yang lebih tinggi.

Diri : Terima kasih =) Panggillah ahli jawatankuasa kamu bekerja semula. Encik Iman, saya akan jaga kebajikan kamu.

Iman : Alhamdulillah. Moga keuntungan Tuan bergada-ganda tahun ini dan seterusnya

Diri : Terima kasih Encik Iman...

Comments

Popular posts from this blog

TO THE MOON AND BACK

I'm talking in circles Can't get out of my head I cry at commercials, and I never make the bed And I'm pulling your last thread When I'm coming unraveled [Chorus] Baby, to the Moon and back You still love me more than that When my skies are grey and my whole world is shaking To the Moon and back You love me more than that [Verse 2] When you go quiet, and won't let your guard down I hear through the silence that you're trying to figure it out You're trying to make me proud, believe me now [Chorus] Baby, to the Moon and back I still love you more than that When your skies are grey, and your whole world is shaking To the Moon and back I love you more than that [Bridge] We may fall but we'll keep on going We may break but we won't stay broken Through the cracks in the road, the flowers grow For you see our storm clouds forming And the Sun won't rise in the morning You should know [Chorus] Baby, to the Moon and back I will love you more than that Whe...

Di pertiga Malam-ku

 Assalamualaikum w.b.t Bersawang laman setelah sekian lama menyepi. Hibernate for the goods.😊😊😊 I just wanna share a song that relate to my situation. Moga terbaik sentiasa mengiringi setiap yang kita lakukan. Di Sepertiga Malam : Saat kuputuskan bertemu orang tuamu kuyakinkan diri kaulah yang terbaik Dan saat kau memilih Aku yang pantas untukmu Hati ini berikrar tuk selalu menjagamu Reff : Ku yakin kaulah jawaban Di setiap pintaku walau kubelum tahu namamu Bisikan di sujudku di sepertiga malamku Untuk kehadiranmu sempurnakan imanku Saat kau memilih Aku yang pantas untukmu Hati ini berikrar tuk selalu menjagamu Reff : Ku yakin kaulah jawaban Di setiap pintaku walau kubelum tahu namamu Bisikan di sujudku di sepertiga malamku Untuk kehadiranmu sempurnakan imanku Buang cerita lama Rangkai cerita baru Menua bersama . . .

Rintihanku...

Jauh Perjalanan, Telahku Jelajahi, Membawa seribu impian, Berbekal pengalaman. Mampukah aku melangkah, Menuju satu daerah, Masihkah ada, Sinar yang menanti. Masa djanji pasti tiba, Ku kan dijemput ke sana, Bimbang langkahku terhenti, Ku terpaut di persimpangan. Tak inginku mengingati, Detik hitam semalam Tinggallah semua, Jadi kenangan. Keranamu kan ku gagahi, Untuk terus sisa hidup ini, Biar ku tebus segala dosa, Selagi jasad bernyawa. Leraikanlah rasa hatiku, Padaku hanya engkau yang satu, Belum pernah ku terasa, Hebatnya cintamu. Sungguh kau lebih mengerti, Apa tersirat di dalam diri, Ku mohon rasa kasih, Yang abadi. Jujur ikhlaskah hati ini, Menyintaimu sepenuh hati, Ataukah sekadar bila diuji, Rahmat dan kasihmu tiada sempadan, Biarpun jiwa dalam kelalaian, Dihasut dengan pelbagai godaan.