Skip to main content

Tersembunyi Cinta Pada Tabir Usaha...


Berjalanlah dan usah sesekali berhenti kerana anggapan manusia itu tidak mampu mengubah cinta Allah kepada kita. Dan sesungguhnya hal tepatnya jodoh itu adalah kerana keindahan waktu dan sedianya kita.
“Tanda cinta itu ialah berterusan rajin dan bersungguh-sungguh dengan kerinduan.” -Junaid Al-Baghdadi
Hujan itu menderas turunnya. Membasuh hati yang hampa. Mengisilah hati yang penuh berharap. Sujudnya tanpa ingkar. Derainya tak mahu dihenti. Semahunya, mungkin biar ia tamat di sejadah cinta seorang hamba. Rasa kecilnya, tak mampu untuk dihuraikan. Rasa kasihnya tak mampu dijelmakan oleh perilaku terindah. Hamba itu mengisi pilu dalam senyumnya. Pada malam yang terindah, harapnya terukir secebis taqwa.
Taqwa itu yang sering dipinta dalam hari-hari cinta. Lebam matanya sentiasa dikaburkan oleh senyum dan gelak persisi sufi di zaman Nursi dan Rumi. Biar kalian tidak mampu menjiwai. Hamba itu sentiasa menanti malam. Yang Tuhan telah janjikan. Berjalannya dalam hidup yang sentiasa dinikmati. Hanya pinta cinta dari Tuhannya.
Kerana sang kumbang itu, faham benar perihal cinta itu bersifat mua’llaq. Semoga potensi kan sentiasa berkembang. Semoga nawaitu sentiasakan bercahaya. Menanti yang tertulis. Tepatnya kerana kebersediaannya menjadikan hadirnya sebagai tulisan terindah.
Tuhan itu menjaga apa yang kita berusaha untuk menjaganya. Dan Dia temukan dengan mereka yang sentiasa yakin dan bersangka baik dengannya. Tentunya yang terpelihara itu terindah. Tentunya juga yang biasa itu terindah. Mungkin lebih terindah saat taubatnya memekar, tika setiap saatnya bernyawa. Tuhan yang menerima keindahan jiwa yang ingin memperbaiki diri. Tuhan yang sentiasa senyum pada kalimah cinta yang melebihkan-Nya berbanding dunia semata.
Agungnya cinta yang bernawaitukan Penguasa Cinta. Pemilik haqiqi manusia yang ingin dilamunkan cinta. Kerna waham yang jelas bisa merungkaikan kefasikan cinta. Bahwa cinta itu kan melenyap bersama lenyapnya sebab untuk bercinta. Qayyim yang bijaksana telah berkata. Dan itulah realiti cinta.
Berusahalah selagi termampu. Dan lupuskanlah segala cerita yang singgah dalam hidupmu. Kerna cinta kurniaan Allah itu menyentuhnya lebih terasa. Andai kenangan itu mekar hanya sebagai duri yang berada dalam jalanmu menuju ke Sana. Yang menjaga itu sungguh kuat. Yang menjaga itu seorang mukmin. Bukan lagi seorang muslim. Yang tenggelam timbulnya akhirnya bersifat sama terhadap ikhtilat sekeliling yang menyapa.
Dan malam itu larut dengan penuh damai. Maka nokhtah terukir. Tanda cinta agung memeluk erat jiwa hamba. Yang setia menanti cinta yang terpelihara. Sulitnya menjaga. Enaknya memendam air mata.
“Bahawasanya Aku apabila Aku lihat pada hati hambaKu, lantas Aku tidak mendapatkan dalam hatinya cinta pada dunia dan cinta pada akhirat, nescaya Aku penuhkan hatinya itu dari ‘cintaKu’ (padanya).” - Israiliyat, Allah kepada Isa a.s.

Comments

Popular posts from this blog

TO THE MOON AND BACK

I'm talking in circles Can't get out of my head I cry at commercials, and I never make the bed And I'm pulling your last thread When I'm coming unraveled [Chorus] Baby, to the Moon and back You still love me more than that When my skies are grey and my whole world is shaking To the Moon and back You love me more than that [Verse 2] When you go quiet, and won't let your guard down I hear through the silence that you're trying to figure it out You're trying to make me proud, believe me now [Chorus] Baby, to the Moon and back I still love you more than that When your skies are grey, and your whole world is shaking To the Moon and back I love you more than that [Bridge] We may fall but we'll keep on going We may break but we won't stay broken Through the cracks in the road, the flowers grow For you see our storm clouds forming And the Sun won't rise in the morning You should know [Chorus] Baby, to the Moon and back I will love you more than that Whe...

Di pertiga Malam-ku

 Assalamualaikum w.b.t Bersawang laman setelah sekian lama menyepi. Hibernate for the goods.😊😊😊 I just wanna share a song that relate to my situation. Moga terbaik sentiasa mengiringi setiap yang kita lakukan. Di Sepertiga Malam : Saat kuputuskan bertemu orang tuamu kuyakinkan diri kaulah yang terbaik Dan saat kau memilih Aku yang pantas untukmu Hati ini berikrar tuk selalu menjagamu Reff : Ku yakin kaulah jawaban Di setiap pintaku walau kubelum tahu namamu Bisikan di sujudku di sepertiga malamku Untuk kehadiranmu sempurnakan imanku Saat kau memilih Aku yang pantas untukmu Hati ini berikrar tuk selalu menjagamu Reff : Ku yakin kaulah jawaban Di setiap pintaku walau kubelum tahu namamu Bisikan di sujudku di sepertiga malamku Untuk kehadiranmu sempurnakan imanku Buang cerita lama Rangkai cerita baru Menua bersama . . .

Rintihanku...

Jauh Perjalanan, Telahku Jelajahi, Membawa seribu impian, Berbekal pengalaman. Mampukah aku melangkah, Menuju satu daerah, Masihkah ada, Sinar yang menanti. Masa djanji pasti tiba, Ku kan dijemput ke sana, Bimbang langkahku terhenti, Ku terpaut di persimpangan. Tak inginku mengingati, Detik hitam semalam Tinggallah semua, Jadi kenangan. Keranamu kan ku gagahi, Untuk terus sisa hidup ini, Biar ku tebus segala dosa, Selagi jasad bernyawa. Leraikanlah rasa hatiku, Padaku hanya engkau yang satu, Belum pernah ku terasa, Hebatnya cintamu. Sungguh kau lebih mengerti, Apa tersirat di dalam diri, Ku mohon rasa kasih, Yang abadi. Jujur ikhlaskah hati ini, Menyintaimu sepenuh hati, Ataukah sekadar bila diuji, Rahmat dan kasihmu tiada sempadan, Biarpun jiwa dalam kelalaian, Dihasut dengan pelbagai godaan.