Skip to main content

Cuba Untuk Berubah...


Saat mata kubuka perlahan
Syukur aku masih diberi hidup
Ruang untuk bernafas
Di muka bumi-Mu Ya Allah

Lantas kutitipkan wudhu’
Melangkah sujud pada-Nya
Hanya kepada Engkaulah kami sembah
Dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan

Kuhadapkan wajah menuju kiblatku
Tangan kutadah menyeru namaMu
Ya Allah Ya 1Ghaffar
Ampunkanlah daku
Sesungguhnya hamba-Mu ini tidak pernah terlepas dari melakukan dosa
Sering lalai dan leka
Dengan muslihat duniawi yang tidak ke mana

Terasa air jernih menitis hiba
Mengenangkan kerdilnya diriku di sisi-Nya
Sesungguhnya
Dia yang Maha 2Rauf
Tiada walau sedetik melupai aku
Dia yang Maha 3Tawwab
Menerima taubat
Sekalian hamba-Nya
Sebelum Israfil meniup sangkakala

Hati ini… jiwa ini…
Masih lagi merintih
Lagaknya seperti bayi jerih bertatih
Resah nuraniku penuh persoalan
Yang aku sendiri tiada jawapan

Ya 4Dzul-Jalali
Apa aku bisa menjadi hamba-Mu
Yang lisannya setiap saat basah dengan zikrullah?
Apa aku bisa menjadi umat pesuruh-Mu
Yang senantiasa hidup dengan sunnah Muhammad Rasulullah?
Dan apakah aku bisa menjadi seorang Mukmin
Yang beramal dengan kitab-Mu seluruh hidupku?

Ya Allah
Ya Rahman Ya Rahim
Sesungguhnya aku tidak layak untuk syurga-Mu
Namun tidak pula sanggup ke neraka-Mu
Ampunkan dosaku
Terimalah taubatku
Sesungguhnya Engkaulah Pengampun dosa-dosa besar

Ya Allah Ya Rabbi
Pancarkanlah nur-Mu ke dalam hidupku
Biarkan 5halawatul iman itu meresapi kalbu
Kirimkanlah taufik dan hidayah-Mu untukku
Agar aku bisa berdiri teguh disirat-Mu

Sesungguhnya ibadatku, hidupku dan matiku
Hanya untuk-Mu Ya Allah
Di sini…
Di kiblat ini…
Aku cuba untuk berubah…

Comments

Popular posts from this blog

HIDUP...

resah aku menatap buku kenangan.... buku yang diwarnai tinta-tinta suka dan duka seorang insan.. insan sepi... insan luka.. insan bahagia...insan curiga... tangis dan nangis.. tawa dan ria.. Sudah tebalkah rasa tabah ku? sudah tepukah rasa kuat ku? sehingga berani menolehi satu persatu halaman buku kenangan kehidupan laluku.. atau.. akukan tejelopok dibumi rindu... mencakar-cakar tanah dendam... pada insan-insan yang telah memberikan kan aku kenangan...suka dan duka atau.... aku tetap seperti ini...? tegar hadapi segalanya.... tak seperti dulu lagi... selama nya.....

FAMOUS AMOS HORLICKS COOKIES

Bahan-bahan: 1 buku buttercup 1 1/2 cawan gula castor 1 biji telur 1 penutup esen vanilla 1 sudu besar soda bikarbonat 1sudu besar baking powder 1 cawan minyak masak 3 1/2 cawan tepung gandum 1 1/2 cawan tepung jagung 1 1/2 cawan horlicks 1/2 cawan susu tepung 1 cawan almond nibs (bakar dahulu dalam 5 minit) 1 cawan beryls milk choc coin 1/2 cawan dark choc chip 1/2 cawan caramel chip  Cara-cara: Satukan butter, gula castor, telur dan esen vanilla. Kacau dengan senduk hingga sebati. Masukkan horlicks, susu tepung, soda bikarbonat, baking soda, tepung gandum dan tepung jagung. Kacau hingga sebati. Kemudian tuangkan minyak sedikit demi sedikit sehingga adunan konsisten. Kacau lagi. Adunan akan menjadi sedikit lembik, jangan risau. Masukkan choc coins, almond nibs, dark choc, caramel chip. Kacau hingga sebati. Masukkan ke dalam chiller dalam 15 minit. Cubit atau masukkan ke dalam piping bag. Bentukkan bulat kecil dan letakkan atas loyang. Bakar dengan suhu 150 degree atau selama 15 mi...

Kebaikan Membanyakkan Selawat...

Hadith : Nabi s.a.w bersabda: "Malaikat yang di sebelah kanan (yang menjadi penulis kebaikan) ialah ketua kepada yang di sebelah kiri; maka apabila seseorang melakukan sesuatu kebaikan, dituliskan baginya kebaikan itu menjadi sama dengan sepuluh kebaikan yang tersebut, dan apabila ia melakukan sesuatu kejahatan, lalu Malaikat yang di sebelah kiri hendak menulisnya, berkatalah Malaikat yang disebelah kanan: "Tunggu dahulu;" lalu ia menunggu selama enam atau tujuh jam; kemudian jika orang itu beristighfar dari perbuatan jahat itu, tidaklah dituliskan sesuatu pun; dan jika ia tidak meminta ampun kepada Allah Taala, dituliskan baginya satu kejahatan sahaja." Abu Umamah r.a